LA 2 M1 PERC 2 PRAK UPUC
- Pahami terlebih dahulu kondisi yang akan digunakan
- Buka software Proteus 8.17
- Persiapkan alat dan bahan
- Buat rangkaian sesuai dengan kondisi dan modul
- Buka software STM32Cube IDE
- Setelah membuka software, pilih perangkat STM NUCLEO G474RE
- Sesuaikan konfigurasi pin sesuai dengan rangkaian proteus
- Buat kode program untuk mengoperasikan rangkaian tersebut sesuai dengan kondisi
- Konfigurasi kan program dengan software Proteus
- Jalankan simulasi rangkaian.
- Proses selesai
Hardware
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja[Kembali]
Rangkaian Simulasi
Prinsip Kerja
Prinsip kerja sistem parkir mundur pada percobaan 2 dimulai dari proses inisialisasi mikrokontroler STM32, di mana pin GPIO dikonfigurasi sebagai input (switch dan sensor inframerah/IR) serta output (LED dan buzzer). Switch digunakan sebagai pengaktif sistem parkir, sehingga sistem hanya bekerja ketika kondisi mundur diaktifkan (misalnya seperti tuas mobil). Saat switch dalam kondisi tidak aktif, seluruh output dimatikan sebagai bentuk efisiensi dan keamanan sistem.
Ketika switch aktif, mikrokontroler mulai membaca sinyal dari sensor IR yang berfungsi mendeteksi keberadaan objek di belakang kendaraan. Sensor ini bekerja dengan prinsip pantulan cahaya inframerah; jika ada objek mendekat, sensor akan memberikan sinyal logika tertentu (umumnya LOW atau HIGH tergantung konfigurasi). Berdasarkan program, ketika sensor mendeteksi objek, sistem akan mengaktifkan LED merah dan buzzer sebagai tanda bahaya atau jarak dekat, sedangkan jika tidak ada objek, LED hijau akan menyala sebagai indikasi aman.
Secara keseluruhan, sistem bekerja secara real-time menggunakan metode polling, yaitu membaca kondisi input secara terus-menerus dalam loop utama. Output yang dihasilkan bergantung pada kombinasi kondisi switch dan sensor IR, sehingga sistem mampu memberikan respon cepat terhadap perubahan jarak. Dengan konsep ini, sistem parkir mundur dapat membantu pengguna mengetahui kondisi aman atau bahaya saat mundur melalui indikator visual dan suara secara sederhana namun efektif.
1. Bagaimana pengaruh pemilihan gpio masing-masing dev board
Pemilihan GPIO pada STM32 sangat berpengaruh terhadap kinerja dan kemudahan implementasi sistem karena setiap pin memiliki fungsi alternatif (alternate function), kemampuan input/output, serta konfigurasi internal seperti pull-up/pull-down. Pada program ini, GPIOA digunakan sebagai input (switch dan sensor IR) karena umumnya port ini sering dipakai untuk input eksternal, sedangkan GPIOB digunakan sebagai output (LED dan buzzer) untuk memudahkan pengelompokan sinyal keluaran. Pemilihan pin yang tepat juga menghindari konflik dengan fungsi lain seperti komunikasi (USART, I2C, SPI) serta memastikan kompatibilitas dengan layout board Nucleo. Selain itu, pemilihan pull-down pada input membantu mencegah floating (nilai tidak stabil) sehingga pembacaan logika lebih akurat.
2. Bagaimana program deklarasi pin i/o pada stm32
Deklarasi pin I/O pada STM32 dilakukan melalui konfigurasi struktur GPIO_InitTypeDef dan inisialisasi menggunakan fungsi HAL_GPIO_Init(). Pada kode, pin PA0 dan PA1 dikonfigurasi sebagai input dengan mode GPIO_MODE_INPUT dan GPIO_PULLDOWN, sedangkan PB0, PB1, dan PB2 sebagai output dengan mode GPIO_MODE_OUTPUT_PP (push-pull). Sebelum itu, clock untuk masing-masing port diaktifkan menggunakan __HAL_RCC_GPIOx_CLK_ENABLE(). Pendefinisian pin juga diperjelas dalam file main.h menggunakan macro seperti #define LED_GREEN_Pin GPIO_PIN_0, sehingga mempermudah pembacaan dan pemeliharaan program tanpa harus mengingat nomor pin secara langsung.
3. Analisa bagaimana menerima input dan mengeluarkan output pada stm 32
STM32 menerima input melalui fungsi HAL_GPIO_ReadPin(), yang membaca status logika (HIGH/LOW) dari pin tertentu. Pada program, input berasal dari switch (PA0) dan sensor IR (PA1). Jika switch tidak aktif (LOW), semua output dimatikan; jika aktif, sistem akan membaca sensor IR untuk menentukan kondisi jarak. Output dikontrol menggunakan HAL_GPIO_WritePin() yang mengatur LED dan buzzer menjadi ON atau OFF. Proses ini berjalan dalam loop utama (while(1)), sehingga sistem bekerja secara real-time dengan delay kecil (50 ms) untuk stabilitas pembacaan dan menghindari bouncing.
4. Analisa pengaruh perubahan program pada main.h terhadap program main.c
File main.h berfungsi sebagai pusat deklarasi pin dan definisi yang digunakan oleh main.c, sehingga setiap perubahan pada main.h (misalnya perubahan pin atau port) akan langsung memengaruhi perilaku program di main.c. Jika terjadi ketidaksesuaian antara definisi di main.h dan konfigurasi di main.c, maka program bisa tidak berjalan sesuai harapan atau bahkan error. Keuntungan penggunaan main.h adalah meningkatkan modularitas dan kemudahan maintenance, karena perubahan hardware hanya perlu dilakukan di satu tempat tanpa harus mengubah seluruh kode di main.c.
5. Analisa bagaimna program dalam analisa metode pendeteksian inputan pada stm 32
Metode pendeteksian input pada program ini menggunakan polling, yaitu membaca kondisi pin secara terus-menerus di dalam loop utama. Logika yang digunakan adalah active-low (GPIO_PIN_RESET dianggap aktif), sehingga ketika sensor IR mendeteksi objek, nilainya menjadi LOW dan sistem merespons dengan menyalakan LED merah dan buzzer. Metode ini sederhana dan mudah diimplementasikan, namun memiliki kelemahan yaitu kurang efisien untuk sistem yang kompleks karena CPU terus-menerus membaca input.
6. Analisa kelebihan mikrokontroler dibanding rangkaian logika
Mikrokontroler memiliki keunggulan utama dalam fleksibilitas dan kemudahan pengembangan dibandingkan rangkaian logika konvensional. Dengan mikrokontroler seperti STM32, perubahan sistem cukup dilakukan melalui software tanpa perlu mengubah rangkaian fisik, sehingga lebih hemat waktu dan biaya. Selain itu, mikrokontroler mampu menangani proses kompleks seperti pengolahan sinyal, komunikasi, dan kontrol berbasis kondisi (seperti pada sistem parkir mundur ini). Integrasi berbagai fungsi dalam satu chip juga membuat sistem lebih ringkas, efisien, dan mudah dikembangkan untuk fitur tambahan di masa depan.
Rangkaian dan Program Download
Datasheet STM32 NUCLEO-G474RE Download
Datasheet Infrared Sensor Download
Datasheet Buzzer Download
Datasheet RGB LED Download






.png)
.png)




Komentar
Posting Komentar