LA 1 M1 PERC 3 PRAK UPUC
- Pahami terlebih dahulu kondisi yang akan digunakan
- Buka software Proteus 8.17
- Persiapkan alat dan bahan
- Buat rangkaian sesuai dengan kondisi dan modul
- Buka software STM32Cube IDE
- Setelah membuka software, pilih perangkat STM32F103C8T6
- Sesuaikan konfigurasi pin sesuai dengan rangkaian proteus
- Buat kode program untuk mengoperasikan rangkaian tersebut sesuai dengan kondisi
- Konfigurasi kan program dengan software Proteus
- Jalankan simulasi rangkaian.
- Proses selesai
Hardware
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja[Kembali]
Rangkaian Simulasi
Prinsip Kerja
Prinsip kerja sistem Alarm Perimeter Pintu pada percobaan ini dimulai dari proses inisialisasi mikrokontroler STM32, di mana pin GPIO dikonfigurasi sebagai input (touch sensor dan IR sensor) serta output (LED dan buzzer). Touch sensor berfungsi sebagai saklar untuk mengaktifkan atau menonaktifkan sistem (arming/disarming). Ketika touch sensor disentuh, sistem akan melakukan toggle kondisi menggunakan logika perubahan (edge detection), sehingga pengguna dapat mengontrol kapan sistem alarm aktif atau tidak. Hal ini penting agar alarm tidak selalu aktif dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Setelah sistem aktif, IR sensor berperan sebagai pendeteksi keberadaan objek di area pintu. Sensor ini bekerja dengan mendeteksi pantulan sinar inframerah; ketika ada objek yang melewati atau menghalangi (misalnya pintu dibuka atau ada orang lewat), sensor akan memberikan sinyal logika HIGH ke mikrokontroler. STM32 kemudian membaca sinyal ini secara terus-menerus (polling) dan memprosesnya sesuai dengan logika program. Jika tidak ada deteksi, sistem tetap dalam kondisi siaga tanpa mengaktifkan alarm.
Ketika IR sensor mendeteksi objek saat sistem dalam kondisi aktif, mikrokontroler akan mengaktifkan output berupa LED dan buzzer sebagai indikator alarm. LED berfungsi sebagai indikator visual, sedangkan buzzer sebagai peringatan suara. Jika tidak ada objek yang terdeteksi atau sistem dalam kondisi nonaktif, maka LED dan buzzer akan tetap mati. Dengan demikian, sistem ini mampu memberikan respon otomatis terhadap gangguan di area pintu secara real-time dan sederhana.
1. Bagaimana pengaruh pemilihan gpio masing-masing dev board
PIOA digunakan sebagai input (PA0 untuk IR sensor dan PA1 untuk touch sensor) karena cocok untuk membaca sinyal digital dari sensor, sedangkan GPIOB digunakan sebagai output (PB0 dan PB1 untuk LED dan buzzer) agar pengendalian aktuator lebih terorganisir. Penggunaan pull-down pada input memastikan kondisi default bernilai LOW sehingga tidak terjadi floating ketika sensor tidak aktif. Selain itu, pemilihan pin juga harus mempertimbangkan keterbatasan hardware board (misalnya Bluepill STM32F103C8) agar tidak konflik dengan fungsi lain seperti debugging
2. Bagaimana program deklarasi pin i/o pada stm32
Deklarasi pin I/O pada STM32 dilakukan melalui konfigurasi struktur GPIO_InitTypeDef dan inisialisasi menggunakan fungsi HAL_GPIO_Init(). Pada kode, pin PA0 dan PA1 dikonfigurasi sebagai input dengan mode GPIO_MODE_INPUT dan GPIO_PULLDOWN, sedangkan PB0, PB1, dan PB2 sebagai output dengan mode GPIO_MODE_OUTPUT_PP (push-pull). Sebelum itu, clock untuk masing-masing port diaktifkan menggunakan __HAL_RCC_GPIOx_CLK_ENABLE(). Pendefinisian pin juga diperjelas dalam file main.h menggunakan macro seperti #define LED_GREEN_Pin GPIO_PIN_0, sehingga mempermudah pembacaan dan pemeliharaan program tanpa harus mengingat nomor pin secara langsung. Selain itu, kondisi awal output diatur dengan HAL_GPIO_WritePin() agar LED dan buzzer dalam keadaan mati saat sistem mulai.
3. Analisa bagaimana menerima input dan mengeluarkan output pada stm 32
Proses input dilakukan dengan membaca status pin menggunakan HAL_GPIO_ReadPin(), di mana PA1 membaca touch sensor sebagai pengaktif sistem dan PA0 membaca IR sensor sebagai pendeteksi objek (misalnya pintu terbuka/terlewati). Output dikendalikan menggunakan HAL_GPIO_WritePin() pada PB0 dan PB1 untuk LED dan buzzer. Logika program menunjukkan bahwa jika sistem aktif (system_enable = 1) dan IR mendeteksi objek (HIGH), maka LED dan buzzer menyala sebagai alarm; jika tidak terdeteksi atau sistem dimatikan, maka output dimatikan. Semua proses ini berjalan dalam loop kontinu sehingga sistem dapat merespons kondisi secara real-time.
4. Analisa pengaruh perubahan program pada main.h terhadap program main.c
File main.h berfungsi sebagai pusat deklarasi pin, sehingga setiap perubahan pada definisi pin (misalnya perubahan port atau nomor pin) akan langsung memengaruhi cara main.c bekerja. Jika terjadi ketidaksesuaian antara main.h dan konfigurasi di main.c, maka pembacaan input atau pengendalian output bisa salah atau tidak berfungsi. Dengan adanya main.h, program menjadi lebih modular dan mudah dirawat karena perubahan hardware cukup dilakukan pada satu file tanpa harus mengubah keseluruhan logika program di main.c.
5. Analisa bagaimna program dalam analisa metode pendeteksian inputan pada stm 32
Metode pendeteksian input pada program ini menggunakan polling dengan tambahan teknik edge detection sederhana. Hal ini terlihat dari penggunaan variabel touch_last dan touch_now untuk mendeteksi perubahan dari LOW ke HIGH (rising edge) pada touch sensor, sehingga sistem hanya toggle saat terjadi sentuhan baru, bukan saat ditekan terus-menerus. Untuk IR sensor, digunakan polling biasa tanpa edge detection karena hanya perlu mengetahui kondisi saat ini (terdeteksi atau tidak). Metode ini cukup efektif untuk sistem sederhana, namun kurang efisien dibanding interrupt karena CPU terus melakukan pengecekan berulang.
6. Analisa kelebihan mikrokontroler dibanding rangkaian logika
Mikrokontroler memiliki keunggulan utama dalam fleksibilitas dan kemudahan pengembangan dibandingkan rangkaian logika konvensional. Dengan mikrokontroler seperti STM32, perubahan sistem cukup dilakukan melalui software tanpa perlu mengubah rangkaian fisik, sehingga lebih hemat waktu dan biaya. Selain itu, mikrokontroler mampu menangani proses kompleks seperti pengolahan sinyal, komunikasi, dan kontrol berbasis kondisi (seperti pada sistem parkir mundur ini). Integrasi berbagai fungsi dalam satu chip juga membuat sistem lebih ringkas, efisien, dan mudah dikembangkan untuk fitur tambahan di masa depan.
Rangkaian dan Program Proteus Download
Datasheet STM32F103C8 Download
Datasheet Touch Sensor Download
Datasheet Infrared Sensor Download
.jpg)
.jpg)





Komentar
Posting Komentar